Akselerasi Swasembada Pangan Satker ATAB Bbws Brantas Bangun Dan Rehab JIAT Tersebar Di Provinsi Jawa Timur
Surabaya – Pusakanews- Mendukung visi Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2025, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melalui SNVT Air Tanah dan Air Baku (ATAB) tengah memacu pembangunan infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah Jawa Timur.
Hingga kuartal terakhir tahun 2025, Satker ATAB BBWS Brantas mendapatkan amanah untuk membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 10 lokasi strategis.Salah satu fokus utama adalah pembangunan sumur bor air tanah dan jaringan pipa irigasi guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama pada musim kemarau.
Satker ATAB BBWS Brantas M. .Yunus ST. MPSDA Mengatajan, Kita sudah melaksankan Proyek Strategis sesuai aturan mas, mulai dari tahapan perencanaan sampai serah terima. Seperti Pembangunan JIAT yang dilaksanakan di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi untuk mendukung produktivitas petani lokal, Program rehabilitasi JIAT dilakukan di Desa Plemahan yang mencakup perbaikan sumur pompa, jaringan pipa sepanjang ±1,89 km, dan 14 titik turn out (TO) untuk melayani lahan seluas ±30 hektar.
“Bahkan peninjauan langsung oleh Direktur Air Tanah dilakukan untuk memastikan optimalisasi pemanfaatan air tanah bagi irigasi.BBWS Brantas juga bersinergi dengan Polda Jatim dalam pembangunan sumur bor dalam di beberapa titik strategis untuk ketahanan air dan kebutuhan mandiri’ ucapnya.
Yunus menambahkan, Kegiatan ini berjalan selaras dengan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan jaringan irigasi Air Tanah nasional. Untuk menjaga akuntabilitas, seluruh proyek strategis ini telah dipaparkan di hadapan Kejaksaan Agung RI pada September 2025 guna memastikan pelaksanaan sudah sesuai regulasi dan bebas hambatan hukum.
‘infrastruktur air baku dan air tanah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan air mengalir sampai ke sawah sehingga hasil panen petani meningkat secara berkelanjutan” Ucapnya. (Zack)


