Foto: Tambang Galian C Ilegal di Desa Bedewang, Banyuwangi Jawa Timur, Jum'at (23/08/24). Agus Khafi, pusakanews.net

23 Agustus 2024
Redaksi
1399

Disinyalir Kanit Pidsus Polresta Banyuwangi Lepas Bos Tambang Galian C Ilegal Di Desa Bedewang

PUSAKA NEWS, BANYUWANGI - Polemik pertambangan galian C ilegal di Banyuwangi dari tahun ke tahun kian marak, hingga sampai sekarang masih belum terselesaikan dan ada titik terang dari pihak kepolisian Polresta Banyuwangi. Diketahui, terhitung ada sebanyak kurang lebih 108, titik lokasi tambang galian C di Banyuwangi.

Menjamurnya tambang galian C ilegal tersebut, unit pidsus satreskrim Polresta Banyuwangi dalam dua pekan terakhir telah melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku tambang galian C ilegal, seperti di Kec. Sempu, Genteng, Songgon, dan lainnya, Polisi berhasil menyeret dan menjebloskan para penambang ke tahanan Mapolresta Banyuwangi, Polda Jatim.

Namun, ironis sungguh sangat disayangkan, dimana pencapaian tindakan hukum secara terukur oleh unit pidsus satreskrim Polresta Banyuwangi tersebut justru tercoreng dan membuat malu institusi Polri, dimana pada tindakan terakhir di Kec. Songgon tepatnya di Desa Bedewang, pada hari Kamis kemarin, pukul 14:35 WIB, tanggal 22/08/2024, anggota pidsus di duga kuat melepaskan secara sengaja pelaku utama penambang ilegal berinisial SL.

Dugaan kuat pelepasan oleh unit pidsus satreskrim Polresta Banyuwangi tersebut terlihat jelas dari tangkapan kamera hanphone saat kami melakukan peliputan, dimana terlihat di TKP, inisial SL memakai jaket atau Jemper Kuning berjalan ke barat meninggalkan lokasi.

Saat kita minta keterangan dari beberapa warga Bedewang Inisial K, yang saat itu berada di lokasi penindakan, dirinya melihat dan mendengar dengan mata kepalanya bahwa inisial SL yang duduk berdampingan dengan anggota pidsus dan kanit pidsus dalam sebuah pondok, inisial SL disuruh pergi oleh anggota unit pidsus dan agar segera meninggalkan lokasi pertambangan setelah melihat kami datang untuk melakukan liputan.

"SL yang menjaga tambang, pergi berjalan kebarat pakai baju kuning mas, dia disuruh Polisi pergi dan keluar lokasi, setelah melihat sampean datang mas," terang warga berinisial K kepada media pusakanews.net

Tak hanya itu, seorang tokoh di Desa Bedewang berinisial T juga angkat bicara dimana tambang atau penanggung jawab di pertambangan yang di tindak kepolisian bukan milik Rambo dan Yudi, melainkan milik inisial SL, dimana menurutnya sejak awal ditambang dan timbulnya masalah air bersih, putusnya jalan, serta komplin warga desa akibat debu agar segera disiram juga inisial SL yang mengatasi dan turun tangan kemasyarakat.

"Tidak ada di sini mas tambangnya YD tambangnya RM di sini tuh adanya tambangnya salam yang diketahui warga, kemarin awal masalah, terkait air bersih, terus putusnya jalan, bikin jalan, dan debu ya semua Inisial SL, mas, cuma ini pinternya yang bikin omongan itu bukan milik Inisial SL, dua hari kemarin warga komplin lgi maslah Debu," ungkap inisial T, salah seorang tokoh Desa sekaligus tokoh agama di Desa Bedewang, Banyuwangi.

Disisi lain empat orang supir armada truck yang pernah membeli material di tambang salah satunya inisial SH, ia menyatakan juga tambang tersebut milik Inisial SL.

"Tambang itu milik Inisial SL mas, tanya sudah kepada supir lainya selain kita, pasti bilang tambang inisial SL," kata SH supir armada truck tersebut.

Menurut kanit pidsus satreskrim Polresta Banyuwangi, Iptu Didik Hariyono menyatakan bahwa inisial SL tidak ada hubungan sama sekali dengan tambang galian C di Desa Bedewang yang ia tindak.

"Yang kerja YD, Bapak inisial SL operatornya, tadi sudah dibawa ke Polresta sama anggota di mobil satunya," ujarnya.

Namun setelah di tanya terkait anggota yang menyuruh inisial SL pergi dan meninggalkan lokasi saat wartawan datang meliput kanit pidsus Didik Hariyono menjelaskan, dari pada unitnya salah tangkap lebih baik menyuruhnya inisial SL pergi.

"Memang terkenalnya inisial SL, namun dari pada salah (Red, salah tangkap ), bapaknya inisial SL jadi oprator," beber Iptu Didik Hariyono kepada wartawan media ini.

Namun keterangan kanit pidsus tersebut terlihat aneh saat kita lakukan klarifikasi kepada anggota Inisial AR berpangkat Aipda, yang diketahui menyuruh inisial SL pergi untuk segera tinggalkan lokasi saat wartawan datang untuk peliputan

"Ya kita takut sampean bertengkar sama inisial SL, makanya kita suruh pergi dia, nanti ramai kalau bertengkar sama sampean, "Tandas AR pangkat Aipda tersebut.

Diketahui, tanpa adanya garis polisi atau police line, semua barang yang bisa dijadikan alat bukti kejahatan pertambangan yang ditinggalkan supirnya, yaitu lima buah armada truck dengan satu armada terisi material penuh terlihat di lokasi pertambangan ilegal yang ditindak pihak kepolisian dengan satu alat berat Excavator warna kuning merk Hyundai, Jum'at, (23/08/2024).

Reporter : Agus Khafi

Tags