20 Februari 2026
Redaksi
107

Kepala BBPJN Jawa Bali, Transparansi Pengawasan Berbasis Digital Fokus Utama Tahun 2026

Sidoarjo, Pusakanews, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, S.T., M.T telah menetapkan berbagai inovasi, aspek kinerja dan budaya kerja untuk meningkatkan kemantapan jalan nasional demi kepuasan masyarakat.

Seperti dikatakannya, Fokus utama pada tahun 2026 meliputi transparansi pengawasan berbasis digital, percepatan preservasi jalan, dan penerapan zonasi integritas. Berikut adalah poin-poin inovasi dan pembenahan pelayanan BBPJN Jawa Bali tahun 2026:

1. Inovasi Pelayanan dan Pengawasan Layanan Informasi Satu Pintu (E-Reporting):

BBPJN Jatim-Bali meluncurkan layanan informasi satu pintu melalui situs resmi untuk memungkinkan publik memantau pengelolaan proyek jalan nasional secara real-time, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi.

Transparansi Proyek: Pendekatan transparansi diterapkan bukan hanya sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai instrumen keterbukaan layanan publik.

Penerapan ISO 37001:2016 SMAP: Balai berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk menjamin birokrasi yang bersih dan pelayanan berkualitas.

Aplikasi SiTIA: Penggunaan aplikasi SiTIA (Sistem Informasi Tanda Instruksi Aksi) untuk mempermudah proses pengusulan koridor lintas utama dan penanganan jalan.

2. Pembenahan Infrastruktur dan Preservasi Preservasi Jalan Koridor Utama:

Dilakukan kegiatan preservasi jalan dan jembatan intensif, seperti pada ruas Surabaya–Sidoarjo–Gempol–Bangil–Pasuruan dan ruas Mantingan–Ngawi (sumber dana SBSN TA 2025–2027).

Rehabilitasi Mayor: Pelaksanaan rehabilitasi mayor untuk mempertahankan kemantapan jalan, salah satunya di Jalan Pattimura Bangil (1.5 Km).

Peningkatan Konektivitas (Shortcut): Pembangunan lanjutan shortcut Singaraja-Mengwitani di Bali (titik 9-10) terus dilanjutkan untuk mempercepat aksesibilitas.

Inpres Jalan Daerah (IJD): Penanganan jalan daerah melalui Instruksi Presiden, seperti pada ruas Banda–Nyanglan (8.63 km) dan Jalan Ngurah Rai di Kabupaten Karangasem, Bali.

Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Javid Hurriyanto, mengatakan, BBPJN Jawa Timur-Bali mencatatkan IKM Triwulan II 2025 dengan nilai 93,07 (Predikat A - Sangat Baik), yang ditargetkan untuk dipertahankan dan ditingkatkan melalui evaluasi berkelanjutan pada 2026 seperti,

Peningkatan Kualitas SDM: Dorongan kepada seluruh ASN untuk menerapkan nilai berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) dalam pelayanan publik.

Respons Cepat Kondisi Darurat: Pembenahan pelayanan juga mencakup respons cepat penanganan jalan pasca bencana, seperti perbaikan ruas batas Trenggalek – Kab. Tulungagung.

Dengan langkah-langkah ini, BBPJN Jawa Timur-Bali pada tahun 2026 menargetkan infrastruktur jalan nasional yang lebih handal, aman, dan transparan bagi pengguna jalan. Ucapnya.

Tags