Marka Jalan Di Ruas Kediri - Kertosono Meliuk-Liuk Bagaikan Ular
Kediri, Pusakanewst, Pemasangan Marka jalan sangant penting untuk meningkatakan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara, keberadaan marka jalan sangan membantu pengendara agar tetap berada dijalurnya masing-masing.
Akan tetapi keberadaan marka jalan khususnya di Jalan Nasional Ruas 038 Bts Kab. Kediri - Bts. Kota Jombang, tidak bertahan lama, di beberapa titik sudah banyak marka jalan yang tinggl separo akibat catnya luntur, sehingga marka tersebut terlihat dua warna putih dan kuning.
Marka jalan yang berwarna kuning di ruas jalan Kediri - kertosono - jombang sudah tampak luntur bahkan dibeberapa titik modelnya seperti ular meliuk - liuk, padahal kalau melihat marka jalan tersebut baru beberapa minggu selesai dikerjakan.
Kondisi ini pun memancing komentar Ketua LSM Perkasa T. Vicner Nababan, yang biasa riwa riwi Kediri - Surabaya, melewati ruas jalan yang diduga hasil pekerjaan marka jalannya tidak memperhatikan kualitas, kuantitas dan estetika kontruksi.
Bang Togi mengatakan, sangat dimungkinkan pelaksana pengecatan marka di ruas itu tidak memiliki rekom. Karena itu kualitas marka yang dihasilkan tidak cukup baik.
Dalam pelaksanaan pekerjaan ada indikasi untuk pekerjaan pembersihan perkerasan marka lama, tidak dilakukan dengan grit blasting (pengausan dengan bahan berbutir halus) sehingga menghalangi kelekatan lapisan cat baru akibatnya seperti saat ini marka tersebut cepat haus.
Bang Togi biasa disapa menambahkan, Mungkin saja pelaksananya tidak memiliki rekom marka jalan, kalau punya mestinya tahu kualitas marka dan tidak akan seperti itu.Semestinya tetap mengikuti kaidah teknis yang telah ditetapkan semisal,
Spesifikasi bahan-bahan untuk pembuatan marka jalan yang sudah diatur dalam Kepmenhub Nomor : KM 60 Tahun 1993 Pasal 17 tentang marka jalan.
Dijelaskan bahwa bahannya meliputi cat, thermoplastik, reflectorization, prefabricated marking dan cold applied resin based markings,” ucap abang Togi.
Sementara itu Ronal sebagai PPK Pekerjaan marka jalan yang mewakili Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jawa Timur dikonfirmasi mengatakn,
Terkait marka yang seperti ular itu mas, bukan salah kita tapi kondisi jalannya yang seprti itu, kita tidak mencari siapa yang salah intinya, itu karna pengaruh jalannya sehingga Marka yg berada diatas permukaan jalan mengikuti bentuk perkerasan aspal.
Ronal menambahkan, Itu posisi nya di km brpa ya pak? Nanti takutnya gk masuk ke paket pekerjaan kita. Karna ada juga Marka kuning yg dikerjakan oleh PJN waru. Ucapnya. (Zack).


