Foto : Anggota DPRD Banyuwangi Agung Setyo Wibowo menemui warga Desa Kesilir mencari solusi pengadangan kendaraan logistik perusahaan tambang.
Perseteruan PT BSI Vs Warga Desa Kesilir Berakhir
Banyuwangi, Pusakanews.net - Setelah sempat mengalami jalan buntu, juga negosiasi seakan tak berujung menemui titik terang, akhirnya kendaraan truk logistik milik dari perusahaan tambang mineral PT BSI yang sempat dilakukan pemblokiran atau pengadangan saat melintas oleh sejumlah warga di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur pada beberapa waktu lalu, kini berakhir menemui titik terang.
Diketahui, permasalahan itu terjadi lantaran kedua belah pihak, yaitu antara PT BSI dan warga setempat, dari Desa Kesilir terjadi perselisihan yang diduga masalah adanya konfensasi yang tak sesuai oleh kedua belah pihak. Semisal, pengajuan proposal salah satu pokmas Desa Kesilir yang tak kunjung direalisasi PT BSI. Tak pelak, akhirnya komunikasi antara pihak pengelola tambang PT BSI, pokmas dan perangkat Desa Kesilir inipun mengalami jalan buntu hingga berlanjut terjadi pemblokiran akses jalan dengan pengadangan kendaraan logistik milik PT BSI yang melintas di wilayah tersebut.
Selanjutnya, karena tak kunjung menemukan titik terang kesepakatan, pertemuan pun digelar dengan melibatkan anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi NasDem, Agung Setyo Wibowo. Alhasil, pertemuan itupun akhirnya menemukan titik terang dan gejolak warga Desa Kesilir berhasil diredam.
Pertemuan lanjutan ini, dilakukan dikediaman salah seorang warga Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung pada Senin 4 Oktober 2022 sekitar jam 20.00 WIB.
Agung Setyo Wibowo mengatakan, pihak PT BSI sudah pasti memahami keluhan warga yang terdampak. Karena itu dirinya siap menjembatani keluhan warga.
“Kami akan menjembatani kemauan sederek - sederek semua. Semua ada mekanisme dan aturannya,” terang anggota DPRD Banyuwangi tersebut. Agung juga menambahkan, sebelum ada tambang di wilayah Banyuwangi Selatan, kan terbilang sepi dan orang luar kurang mengenal dengan Desa Kesilir. “Sebelum adanya tambang masuk di daerah kita kan sepi. Setelah ada tambang kita ikut merasakan perputaran ekonomi yang lebih baik. Kini Desa Kesilir dikenal orang luar daerah,” tambah Agung.
Adanya penjelasan tersebut akhirnya warga Desa Kesilirpun bisa mengerti dan tidak akan melanjutkan aksi pengadangan kendaraan logistik tambang PT BSI yang melintas. “Kami bersama warga menyampaikan terima kasih kepada Mas Agung atas segala masukan, saran dan penjelasan serta dukungannya untuk warga,” pungkas Kariyono,w arga setempat.
Sekedar diketahui, sebelumnya, warga masyarakat Kahyangan Desa Kesilir ini merasa terganggu karena dampak kebisingan dari iring-iringan truk pengangkut logistik tambang PT BSI, yang melintas di wilayah mereka. Adanya mobilitas truk pengangkut logistik tambang tersebut telah berjalan cukup lama, yakni semenjak tambang emas yang dikelola PT BSI beroperasi.
Sebelumnya truk-truk tersebut melintas melalui jalur Waterstart yang saat itu dilakukan perbaikan. Namun warga masyarakat Kahyangan Desa Kesilir baru akhir-akhir ini menyikapinya, setelah kian hari truk-truk itu setiap melintas kecepatannya kian laju disaat muatan kosong.
Saat itu warga sempat disarankan oleh pihak PT BSI untuk membentuk Pokmas dan dipersilahkan untuk mengajukan proposal bantuan ke pihak PT BSI sebagai bentuk kompensasi dari pihak PT untuk warga, dan saat itu warga menyetujuinya.
Namun, setelah Pokmas terbentuk dan proposal tersebut disodorkan, ternyata setelah sekian lama tidak ada jawaban maupun penjelasan dari pihak PT BSI, yang akhirnya warga kembali melakukan penghentian iring-iringan truk tersebut.
Hingga mediasi melalui beberapa kali pertemuanpun dilakukan dan ternyata hasilnya tetap menemui jalan buntu, hingga akhirnya wargapun kembali melarang iring-iringan truk yang melintas disepanjang jalan depan rumah mereka dan meminta kepada PT BSI untuk truk-truk yang melintas kembali pada jalur yang pernah dilewati sebelumnya.
Warga masyarakat Kahyangan sebenarnya tetap melarang iring-iringan truk yang melintas di wilayah mereka, namun setelah anggota DPRD Agung Setyo Wibowo yang juga putra kelahiran Desa Kesilir, melakukan pendekatan, masukan dan penjelasan akhirnya warga pun bisa dan mau menerima melalui adanya kembali pertemuan yang dilaksanakan pada Senin, (3/10/2022). (ags)


