11 September 2024
Redaksi
1336

Terkait Isu Dugaan Penyimpangan Anggaran SIMURP, Mau Tau Jawaban Kepala BBWS Brantas

Surabaya, Pusakanews, Seperti diberitakan sebelumnya Pelaksanan Rehabilitasi Saluran Irigasi SIMURP di Bbws Brantas menjadi topik hangat untuk dibahas, dimana kegiatan yang didanai dari pinjam Bank Dunia (World Bank) tersebut sangat pantastis mencapai Rp 350 Miliar untuk lima Paket Kontruksi.

Anggaran SIMURP DI. Pondok Waluh sebesar Rp 130 Miliar untuk dua Paket dan DI Talang sebesar Rp 200 Miliar terbagi menjadi tiga paket Lokasi pekerjaan SIMURP Bbws Brantas berada di DI. Talang dan DI. Pondok Waluh Kab Jember Provinsi Jawa Timur Proyek tersebut dimulai pada Desember Tahun 2020 - Januari 2024.

Semisal Pengelolaan Anggran Paket Rehabilitasi Jaringan Tersier DI.Talang, Kab. Jember tidak transparan, mulai dari tahapan lelang dimana sesuai data lpse PUPR Pagu Rp 42, 2 Miliar dan Hps 42,2 Miliar, akan tetapi Adendum Kontrak dan realisasi anggaran sebesar Rp 43,6 Miliar Pemenang PT MMM dari Blitar Jatim. Pelaksanaan CCO terdapat Pekerjaan tambah sebesar 20% dari nilai kontrak awal, Sudah dibayar lunas padahal realisasi fisik dilapangan baru 70 %.

Dalam pelaksanannya diduga telah terjadi Penyimpangan, Penipuan dan kolusi, sepertinya modus tersebut semakin tren di negara ini. Transparansi, pemeriksaan validasi terhadap Tanda Terima dalam pelaksanan Proyek tersebut tidak akurat,

semisal Perusahaan atau pemilik perusahan yang sudah terbukti pernah ada dalam lingkaran praktik korupsi tidak dijadikan catatan untuk evaluasi kinerja dan track record perusahaan sewaktu mengajukan tawaran.

Pemantauan berkala untuk kemajuan fisik dan penyerapan anggaran tidak dilakukan sesuai prosedural, sehingga dokumentasi dan bukti foto penyelesaian Pekerjaan tidak sesuai dengan pakta di lapangan yang diajukan untuk review Bank,

Sehingga realisasi anggaran lebih besar dari realisasi fisik dilapangan dan dugaan adanya indikasi mark up atau dokumen fiktif bukan hal yang mustahil terjadi di paket pekerjaan tersebut.

Di sisi lain Kepala BBWS Brantas, Hendra Ahyadi dikonfirmasi melalui pesan whatsapp walau centang biru tidak pernah membalas.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa 1 Bbws Brantas Agung Purnayudha mengatakan, Ditunggu ya pak, Tanggapannya Kami sedang proses bersama ppid, ucapnya dua hari yang lalu. (Zack)

Tags